Ini adalah Website Pengetahuan Umum Pramuka

Pertajam Pengetahuan Kamu dengan belajar Pramuka di sini.

Satyaku Kudarmakan Darmaku Kubaktikan

Belajar Pramuka itu mengasyikan.

Pramuka

Praja Muda Karana.

Blog Pengetahuan Umum Pramuka

Disini kamu bisa belajar apa saja tentang Pramuka.

50 Soal-soal Pengetahuan Umum Pramuka

Memahami dan mengerti akan pengetahuan umum pramuka memanglah penting bagi setiap anggota pramuka, dengan mengetahui pengetahuan umum pramuka tentu akan menambah wawasan yang baik di bidang kepramukaan. Dengan belajar soal-soal pengetahuan pramuka ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman peserta didik pramuka atau pembina pramuka, selamat belajar!
  1. Apa sebutan pramuka di singapura ( the Singapore scout association)
  2. Apa sebutan pramuka di Malaysia ( persekutuan pengakap Malaysia )
  3. Apa sebutan pramuka di Filipina ( Kapatiran scouting Filipinas)
  4. Apa sebutan pramuka Di India ( the bharat scout and guides )
  5. Apa sebutan pramuka Di amerika ( boy scout of America )
  6. Pramuka memiliki 3 sifat yaitu ( nasional,internasional,universal )
  7. Didalam try satya ada enam kewajiban ( terhadap tuhan,Negara     kesatuan,pancasila,sesama hidup,masyarakat,dasa dharma)
  8. Siapa bapak pandu sedunia ( sir Robert Stephenson smyth baden powellof gilwell )
  9. Lulusan manakah baden powell ( charterhouse school )
  10. Pangakat terakhir  boden powell di kemiliteran ( letnan jendral )
  11. Kapan b p  dilahirkan ( 22 februari 1857 )
  12. Dimakah bp dilahirkan ( London inggris )
  13. Siapakah yang memberi gelar kebangsawanan sir ( raja george v )
  14. Siapakah ayah bp ( prof. domine baden poiwell )
  15. Apa pekerjaan ayah bp ( guru besar geometri di univ.oxford )
  16. Siapakah nama ibu bp ( henrieta grace smyth )
  17. Siapakah nama ayah dari ibu bp ( William t smyth )
  18. Siapakah nama saudara bp (warrington,george, augustus, frank,penrose, agnes,Henrietta, Jessie,dan baden fletcher)  
  19. Tanggal berapakah ayah bp meninggal ( 11 juni 1860 )
  20. Apa julukan bp semasa sekolah di charterhouse ( bathing towel)
  21. Siapakah yang membantu bp masuk kemiliteran ( pamannya kol.henry smyth)
  22. Apa pangkat paman bp saat bp masuk militer ( komandan royal military academy di woolwich )
  23. Dinegara manakah bp pertama kali ditempatkan setelah lulus di militer ( India )
  24. Apa pengkat bp saat tugas di India ( pembantu letnan )
  25. Siapa sahabat dekat bp ( Kenneth mc laren)
  26. Apa julukan bp yang diberikan oleh bangsa zulu ( impeesa )
  27. Buku apa yang ditulis oleh bp yang menjadi masterpiece ( scouting for boys )
  28. Siapakah istri bp ( olave st .clair soames )
  29. Siapakah nama anak dari bp ( peter ,heather, betty )
  30. Pada tanggal berpakah bp dianugrahi gelar lord ( 6 agustus 1920)
  31. Pada tanggal berapakah bp mengunjugi Bataviasekarang jakarta ( 3 desember 1934 )
  32. Pada tanggal berapakah buku scouting for boys diterbitkan ( 15 januari 1908 )
  33. Dimanakah bp meninggal ( nyeri , Kenya )
  34. Tanggal berpakah bp meninggal ( 8 januari 1941 )
  35. Siapa yang membantu bp dalam mendirikan kepanduan untuk puteri ( Agnes baden powell)
  36. Apa judul buku yang ditulis bp untuk meningkatkan kualitas para penegak ( rovering to success )
  37. Siapakah yang memberi tanah untuk dijadikan  taman tempat bermain dan berlatih ( William f debois mc.laren )
  38. Apa nama taman yang bp buat ( gilwell park )
  39. Patung apakah yang sering dinaiki para pandu untuk bermain di gilwell park ( patung singa )
  40. Dimanakah kantor pusat biro kepanduan dunia ( jenewa , swiss )
  41. Apa nama kepanduan saat masa hindia belanda  ( NIPV)
  42. Apa kepanjangan NIPV ( Nederland indische padvinders vereniging )
  43. Peristiwa apakah yang menjiwai majunya gerakan pramuka ( sumpah pemuda )
  44. Organisasi apa yang menjadi latar belakang gerakan pramuka ( boedi oetomo )
  45. Kapan boedi oetomo didirikan ( 20 mei 1908 )
  46. Kapan peristiwa sumpah pemuda ( 28 oktober 1928 )
  47. Siapakah yang mencetuskan nama pandu atau kepanduan  ( KH.agus salim)
  48. Dikota manakah KH.agus salim mencetuskan nama kepanduan ( banjarnegara,banyumas,jateng 
  49. Kepres no berapakah tentang gerakan pramuka ( no 238)
  50. Siapa yang menadatangani kepres tersebut ( Ir. H juanda )
thanks to : http://14semuanya.blogspot.co.id/2013/01/kumpulan-soal-pramuka-beserta-jawabannya_19.html

Apa Itu Majelis Pembimbing?

MAJELIS PEMBIMBING GERAKAN PRAMUKA
A. Tujuan :
Setelah mengikuti sessi ini, para peserta kursus :
  • Dapat menyebutkan hak, kewajiban dan tanggungjawab Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka.
  • Dapat memahami semua hak, kewajiban dan tanggungjawab Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka.
  • Dapat menyebutkan peranan, fungsi dan tugas pokok Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka.

MATERI
1. Hak dan Kewajiban Majelis Pembimbing
  • Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka adalah suatu badan dalam Gerakan Pramuka yang memberi bimbingan, bantuan moril, organisatoris, materiil dan finansiil kepada Gugusdepan, Satuan Pramuka, Kwartir Gerakan Pramuka dari tingkat Nasional sampai dengan Kwartir Ranting.
  • Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka yang diangkat dan telah dilantik sekurang-kurangnya telah mengikuti Kursus Orientasi Gerakan Pramuka.
  • Pelantikan anggota Majelis Pembimbing dilakukan oleh Ketua Kwartir jajaran diatasnya dengan TRI SATYA dan menanda tangani IKRAR, kecuali Ketua Majelis Pembimbing Nasional yang dijabat oleh Presiden Republik Indonesia.
  • Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka adalah anggota Pramuka dewasa Gerakan Pramuka yang berhak mendapatkan Kartu Tanda Anggota, berseragam Pramuka dan berhak menjadi anggota Dewan Kehormatan dijajaran ( Bab V pasal 40 butir 2 Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ). Dapat menjadi Badan Pemeriksa Keuangan dijajarannya ( Bab VIII pasal 69 butir 1 dan 2 Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ).
  • Susunan Majelis Pembimbing Gugusdepan, Ranting, Cabang, Daerah dan Nasional berasal dari unsur-unsur tokoh masyarakat pada masing-masing tingkatan yang memiliki perhatian dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka serta mampu menjalankan peran Majelis Pembimbing.
  • Majelis Pembimbing Gugusdepan berasal dari unsur-unsur orang tua peserta didik dan tokoh masyarakat dilingkungan Gugusdepan, yang memiliki perhatian dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka serta mampu menjalankan peran Majelis Pembimbing.
  • Majelis Pembimbing terdiri atas :
    • Seorang Ketua
    • Seorang atau beberapa orang Wakil Ketua
    • Seorang atau beberapa orang Sekretaris
    • Beberapa orang anggota.
  • Majelis Pembimbing membentuk Majelis Pembimbing Harian terdiri atas :
    • Seorang Ketua yang dijabat oleh Ketua Majelis Pembimbing atau salah seorang dari antara Wakil Ketua.
    • Seorang Wakil Ketua.
    • Seorang Sekretaris.
    • Beberapa orang anggota.
  • Pembinaan Gugusdepan dan Ketua Kwartir Gerakan Pramuka secara ex-offisio menjadi anggota Majelis Pembimbing.
  • Nama dan Pengurus Majelis Pembimbing :
    • Majelis Pembimbing Nasional disingkat MABINAS yang dijabat oleh Presiden Republik Indonesia, sebagai Ketua Mabinas / Ketua Mabinas.
    • Majelis Pembimbing Daerah disingkat MABIDA yang dijabat oleh Gubernur / Kepala Daerah sebagai Ketua Mabida / Ka. Mabida.
    • Majelis Pembimbing Cabang disingkat MABICAB yang dijabat oleh Bupati / Walikota / Kepala daerah sebagai Ketua Mabicab yang disingkat Ka. Mabicab
    • Majelis Pembimbing Ranting disingkat MABIRAN yang dijabat oleh Camat, sebagai Ketua MABIRAN yang disingkat Ka. Mabiran.
    • Majelis Pembimbing Desa / Kelurahan disingkat MABISA yang dijabat oleh Kepala Desa / Lurah sebagai Ketua MABISA yang disingkat Ka. Mabisa. Sedang KORSA adalah Koordinator desa yang dapat dijabat atau dipilih dari Pembina Gugusdepan di wilayah yang bersangkutan.
    • Majelis Pembimbing Gugusdepan disingkat MABIGUS yang dijabat oleh orang tua peserta didik atau tokoh masyarakat disekitar Gugusdepan yang dipilih secara musyawarah bersama para Pembina Gugusdepan sebagai Ketua MABIGUS disingkat Ka. MABIGUS.

Selama ini Ka. Mabigus dijabat oleh Kepala Sekolah, terutama Gugusdepan yang berpangkalan di Sekolah.
2. Tata Kerja Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka
  • Mengadakan rapat Majelis Pembimbing sekurang-kurangnya sekali dalam waktu satu tahun.
  • Majelis Pembimbing Harian sekurang-kurangnya mengadakan rapat Majelis Pembimbing Harian tiga bulan sekali.
  • Sidang-sidang Majelis Pembimbing disesuaikan dengan kebutuhan dan ditentukan oleh Ketua Majelis Pembimbing ( Bab IX pasal 70 butir (3) ) Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
  • Mengadakan hubungan timbal-balik secara periodik dengan Gugusdepan dan Kwartir yang bersangkutan.
  • Majelis Pembimbing ikut aktif dalam musyawarah Gerakan Pramuka dijajarannya.

3. Fungsi Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka
Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka mempunyai tiga fungsi pokok :
  1. Fungsi Bimbingan
    1. Bimbingan yang mengandung makna : tuntunan, pengarahan, saran dan nasehat.
    2. Majelis Pembimbing ikut menentukan arah kegiatan Kepramukaan, mengoreksi segala penyimpangan di Kwartir maupun di Gugusdepan terhadap ketentuan-ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
  2. Fungsi Partisipasi
    Majelis Pembimbing selalu berpartisipasi aktif dalam segala kegiatan dalam usahanya memberi pembinaan peningkatan dan pengembangan Gerakan Pramuka secara aktif berusaha mengatasi kesulitan dan hambatan yang dihadapi oleh Kwartir atau Satuan-satuan Pramuka di Gugusdepan.
  3. Fungsi Bantuan
    1. Majelis Pembimbing dalam usahanya mendukung Gerakan pramuka mengusahakan fasilitas-fasilitas, moril, finansiil, maupun materiil yang diperlukan oleh Kwartir atau Satuan-satuan Pramuka di Gugusdepan.
    2. Mengadakan kerjasama dengan tokoh-tokoh masyarakat untuk memperoleh pengertian, dukungan, bantuan dan kepercayaan masyarakat.
  4. Penyangga Utama Keberhasilan
    Pemaparan tentang Majelis Pembimbing, merupakan upaya Kwartir Gerakan Pramuka dalam usahanya agar para pejabat pemerintah, tokoh-tokoh masyarakat dan para orang tua peserta didik sadar akan keberadaan Gerakan Pramuka, untuk selanjutnya bersedia membantu Gerakan Pramuka dengan sukarela, sanggup menjadi anggota pengurus Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka.

Akhirnya diharapkan Majelis Pembimbing menjadi penyangga utama keberhasilan pendidikan Kepramukaan sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka.

Apa itu Korps Pelatih dan Pelatih ?

Apa itu Korps Pelatih dan Pelatih ?
  1. Korps Pelatih adalah ikatan persaudaraan dan wadah pembinaan para Pelatih Pembina Pramuka yang berpangkalan di Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka.
  2. Pelatih Pembina Pramuka atau disingkat Pelatih adalah seorang Pembina Pramuka Mahir yang telah lulus kursus Pelatih dan diangkat oleh Kwartir Cabangnya.

Seorang Pelatih Pembina Pramuka harus memiliki SPL dan SHL :
Surat Pengangkatan Pelatih (SPL)
SPL merupakan surat keputusan Kwartir Cabang yang bersangkutan tentang pengangkatan pelatih dan oleh karenanya yang bersangkutan diberi wewenang melakukan tugas sebagai Pelatih di Kwartir Cabangnya.
Surat Hak Latih (SHL)
  1. SHL berbentuk Kartu Tanda Pelatih yang dikeluarkan oleh Kwartir Cabang berdasarkan surat, keputusan pengangkatannya sebagai Pelatih.
  2. Surat Hak Latih sekaligus berfungsi sebagai tanda anggota Korps Pelatih.
  3. Syarat untuk memperoleh SHL adalah Pembina Mahir yang telah lulus Kursus Pelatih dengan baik dan dinilai layak untuk menjadi Pelatih oleh Kwartir Cabangnya
  4. Masa laku SHL adalah 3 tahun dan setiap tahun diadakan peninjauan kembali. Apabila yang bersangkutan masih aktif, maka pada SHL diberikan pernyataan perpanjangan yang ditandatangani oleh Ketua Kwartir dan diberi cap Kwartir berdasarkan surat dari Kalemdika.

Tanggungjawab Pembina Pramuka

Dalam melaksanakan tugasnya seorang pembina pramuka bertanggungjawab atas:

  1. Terselenggaranya pendidikan kepramukaan yang teratur dan terarah sesuai dengan visi dan misi gerkan pramuka;
  2. Terjaganya pelaksanaan prinsip dasar pendidikan kepramukaan dan metode pendidikan keprmukaan pada semua kegiatan pramuka;
  3. Pembinaan pengembangan mental, moral, spiritual, fisik, intelektual, emosional, dan sosial peserta didik, sehingga memiliki kematangan dalam upaya peningkatan kemandirian serta aktifitasnya di masyarakat.
  4. Terwujudnya peserta didik yang berkepribadian, berwatak, berbudi pekrti luhur, dan sebagai warga yang setia, patuh dan berguna bagi bangsa dan negaranya;
  5. Dalam pengabdiannya, pembina pramuka bertanggungjawab kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat, pembina gugus depan, dan diri pribadinya sendiri.

Peran Pembina Pramuka

Seorang Pembina pramuka dalam Gugus Depan atau pangkalannya memiliki beberapa peran, berikut ini adalah peran seorang pembina pramuka yang harus anda jalankan sebagai seorang pembina:
Pembina berperan sebagai:
  1. Orang tua
    Yang dapat memberi penjelasan, nasehat, pengarahan dan bimbingan.
  2. Guru
    Yang mengajarkan berbagai ketrampilan dan pengetahuan.
  3. Kakak
    Yang dapat melindungi, mendampingi dan membimbing adik-adiknya, yang memberi kesempatan untuk memimpin dan mengelola satuannya.
  4. Mitra
    Teman yang dapat dipercaya, bersama-sama menggerakan kegiatan-kegiatan agar menarik, menyenangkan dan penuh tantagan sesuai usia golongan pramuka.
  5. Konsultan
    Tempat bertanya, dan beriskusi tentang berbagai masalah.
  6. Motivator
    Memotivasi untuk meningkatkan kualitas diri dengan berkreativitas, berinovasi, dan aktualisasi diri, membangun semangat untuk maju.
  7. Fasilitator
    Memfasilitasi kebutuhan dalam kegiatan peserta didik.

Administrasi Gugus Depan (Gudep)

Yang namanya kegiatan Pramuka tidak lepas dari administrasi. Karena dengan adanya administrasi sangat menunjang berlangsungnya suatu kegiatan. Berikut ini beberapa administrasi Gudep yang harus anda buat di sekolah anda, semoga bermanfaat.
Buku-buku administrasi:
  1. Buku Induk
  2. Buku Keuangan
  3. Buku Acara Kegiatan
  4. Buku inventaris
  5. Buku Agenda dan Ekspedisi
  6. Buku Harian
  7. Buku/kartu data pribadi
  8. Buku Risalah Rapat.
Itulah delapan buku yang harus sekolah miliki untuk menunjang kegiatan ekstra pramuka.

Pimpinan Gudep dan Pembina Satuan

A.Gudep (Gugus depan). 

  1. Gudep dikelola secara kolektif oleh para pembina gudep yang dipimpin oleh ketua gudep.
  2. Ketua gudep dipilih oleh musyawarah gudep untuk satu kali masa jabatan. Masa bakti ketua gudep maksimal dua periode secara berturut-turut.
  3. Ketua gudep mengkoordinasikan pembina satuan Pramuka di gudepnya.
  4. Ketua gudep dapat merangkap sebagai pembina Satuan.
  5. Ketua Gudep ex-officio anggota Mabigus.
B.Tugas dan Tanggungjawab pembina Gudep
  1. Memimpin gudep nya selama masa bakti gudep yakni 3 tahun.
  2. Melaksanakan ketetapan kwarcab dan kwarran.
  3. Meingkatkan jumlah dan mutu anggota Gerakan Pramuka.
  4. Membina dan mengembangkan organisasi, perlengkapan, dan keuangan gudep.
  5. Menyelenggarakan pendidikan kepramukaan di dalam gudepnya.
  6. Memimpin pembina satuan dan bekerja sama dengan Majelis Pembimbing Gudep dan orang tua peserta didik.
  7. Mengadakan kerjasama dengan tokoh-tokoh masyarakat.
  8. Menyampaikan laporan tahunan kepada korsa dan kwaran dengan tembusan ke kwarcab.
  9. Menyampaikan pertanggungjawaban gudep kepada musyawarah gugus (Mugus).
  10. Dalam melaksanakan tugasnya pembina gudep pembina gudep bertanggungjawab kepada Mugus.
C.Tugas Pembina Satuan
  1. Membina para Pramuka dalam satuannya.
  2. Membantu pembina Gudep dalam rangka kerja sama dan hubungan timbal  balik antara gerakan pramuka dengan orang tua pramuka.
  3. Memberi laporan kepada pembina gudep tentang perkembangan satuannya.
  4. Berusaha meningkatkan kemampuan dan ketrampilan serta pengetahuan yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya.
  5. Bertanggungjawab kepada pembina gudep.

Apa Manfaat Mengikuti Kegiatan Pramuka Bagi Siswa MTs

Kegiatan Pramuka merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler wajib setiap sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari kurikullum sekolah karena ikut membantu menumbuhkan karakteristik siswa di dalam sekolah maupun di lingkungan rumah dan sekitarnya.
Dengan mengikuti kegiatan ramuka rutin yang diselenggarakan oleh sekolah atau madrasah diharapkan peserta didik dapat menemukan jati dirinya dan lai-lain yang penting untuk perkembangan anak itu sendiri.
Manfaat ikut bergabung bersama pramuka, dan manfaat manfaat lain yang di dapatkan dengan bergabung bersama pramuka juga tidak kalah pentingnya, sebab pramuka mencapai aspek yang cukup lengkap mulai dari pendidikan formal sekolah hingga pendidikan nonformal luar sekolah yang sangat tidak terbatas dari segi manfaat. Setiap Pramuka mengenal lebih banyak, mendapat lebih banyak ilmu teoritis dan empiris yang sangat penting sebagai salah satu pusat perubahan dan stok kepemimpinan di masa depan. 
Berikut sebagian pengalaman dari beberapa siswa yang merasakan mengikuti kegiatan pramuka:
  • Kemandirian. Misalkan suatu saat kita mengalami kecelakaan di tempat terpencil jauh dari pemukiman, pramuka mengajarkan P3K, tali temali, dsb. Jemuran yang patah pun dapat diatasi sendiri :).
  • Mendapat keluarga baru. Tidak hanya di sekolah, di kota, di Indonesia, bahkan di dunia pun berkat “pramuka” orang sedunia bisa bertemu seperti Jambore Dunia.
  • Lebih mencintai Lingkungan. Bagaimana pramuka mengajarkan tentang lingkungan alam beserta pelestariannya, mengenal flora dan fauna. Lewat penjelajah alam bebas pramuka diajarkan untuk lebih akrab dengan alam.
  • Leadership. Melalui pramuka diajarkan jiwa kepemimpinan, disiplin, kejujuran, tanggungjawab, menjawab semua masalah dan mengatasinya,.
Dan tentunya masih banyak lagi manfaat kegiatan pramuka. Tentunya pihak sekolah atau madrasah  dalam hal ini harus berperan aktif mengajak siswanya untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Dan satu lagi pramuka bersifat fleksibel, untuk itu diperlukan kakak-kakak pembina yang handal dan cerdas agar kegiatan pramuka tidak monoton.

Berikut adalah salah satu kegiatan Ekstra Pramuka Yang diselenggarakan oleh MTs Maarif Purwasari Wanareja Kab.Cilacap.



SEJARAH GERAKAN PRAMUKA

Sejarah merupakan cermin bagi kehidupan keadaan sekarang, serta sumber pemikiran dan pembelajaran dalam mengembangkan tujuan-tujuan yang akan datang.
Masa Hindia Belanda Tahun 1908, Mayor Jenderal Robert Baden Powell melancarkan suatu gagasan tentang pendidikan luar sekolah untuk anak-anak Inggris dengan tujuan agar menjadi manusia Inggris, warga Inggris, dan anggota masyarakat Inggris yang baik sesuai dengan keadaan dan kebutuhan Kerajaan Inggris Raya ketika itu. Beliau menulis "Scouting for Boys" sebuah buku yang berisi pengalaman di alam terbuka bersama pramuka dan latihan-latiihan yang diperlukan Pramuka. Gagasan Baden Powell dinilai cemerlang dan sangat menarik sehingga banyak negara-negara lain mendirikan kepanduan. Diantaranya dinegeri Belanda dengan nama Padvinder atau Padvinderiji.
Gagasan kepanduan dibawa oleh Belanda ke Indonesia yang pada masa itu merukana daerah jajahan Hindia Belanda (Nederlands Oost Indie), dengan mendirikan Nederlands Indische Padvinders Vereeniging (NIPV) atau Persatuan Pandu-pandu Hindia Belanda.
Pemimpin-pemimpin pergerakan nasional mengambil gagasan Baden Powell dengan membentuk organisasi-organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik yaitu sebagai kader pergerakan nasional. Pada saat itu mulailah bermunculan orgnanisasi-organisasi kepanduan di antaranya Javanese Padvinders Organizatie (JPO), Jong Java Padvinderij (JJP), National Islamitje Padvinderij (NATIPIJ), Serikat Islam Afdeling Padvinderij (SIAP), Hisbul Wathan (HW) dan lain sebagainya. Pemerintah Hindia Belanda melarang penggunaan istilah Padvinder dan Padvinderij untuk organisasi kepanduan di luar NIPV.
Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada konggres Pemuda tanggal 28 Oktober telah menjiwai gerakan kepanduan nasional Indonesia untuk lebih maju. Dengan meningkatnya kesadaran nasional Indonesia, maka timbullah niat untuk mempersatukan organisasi-organisasi kepanduan. Pada tahun 1930 munculah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang merupakan gabungan dari organisasi kepandan Indonesische Padvinders Organizatie (INPO), Pandu Kesultanan (PK)dan Pandu Pemuda Sumatera (PPS). Pada tahun 1931 terbentuk federasi kepanduan dengan nama Persatuan Antar Pandu-pandu Indonesia (PAPI), yang kemudian berubah menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada tahun 1038.

Masa Pendudukan Jepang
Masa pendudukan Jepang (PD II), penguasa Jepang melarang keberadaan organisasi kepannduan. Tokoh-tokoh kepanduan kmudian banyak yang masuk organisasi Seinendan, Keibodan, dan Pembela Tanah Air (PETA).

Masa Perang Kemerdekaan
Dengan diproklamasikan kemerdekaan 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia bahu membahu mempertahankan kemerdekaan. Seiring dengan itu, pada tanggal 28 Desember 1945 di Surakarta berdiri Pandu Rakyat Indonesia (PARI) sebaga satu-satunya organisasi kepanduan di wilayah Republik Indonesia.

Masa Pasca Perang Kemerdekaan hingga 1961
Setelah pengakuan kedaulatan NKRI, Indonesia memasuki masa pemerintahan yang liberal. Sesuai dengan situasi pemerintahan saat itu, maka bermunculan kembali organisasi kepanduan seperti HW, SIAP, Pandu Islam Indonesia, Pandu Kristen, Pandu Katolik, Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) dan lain-lain.
Menjelang tahun 1961, kepanduan Indonesia terpecah-pecah menjadi lebih dari 100 organisasi kepanduan. Suatu keadaan yang melemahkan nilai persatuan dan gerakan kepanduan Indonesia. Organisasi kepanduan pada saat itu terdiri atas satu federasi kepanduan putra dan dua federasi kepanduan putri yaitu:
  • Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO), 13 September 1951
  • Persatuan Organisasi Pandu Putri Indonesia (POPPINDO) 1954
  • Perserikatan Kepanduan Putri Indonesia
Selanjutnya, ketiga federasi tersebut melebur menjadi satu federasi yaitu Persatuan Kepanduan Indonesia (PERKINDO). Organisasi kepanduan yang bergabung dalam federasi ini hanya 60  dari 100 organisasi kepanduan dengan 500.000 anggota. Disamping itu, sebagian dari 60 anggota kepanduan anggota PERKINDO tersebut berada dibawah organisai politik atau organisasi massa yang satu sama lain berbeda paham dan prinsip. 

Untuk mengatasi keadaan yang tidak kondusif dalam gerakan kepanduan, PERKINDO membentuk panitia untuk memikirkan jalan keluarnya. Panitia menyimpulkan  bahwa kepanduan  lemah dan terpecah-pecah, terpaku dalam cengkraman gaya tradisional kepanduan Inggris. Hal ini disebabkan pendidikan yang diselenggarakan oleh gerakan kepanduan Indonesia belum disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan bangsa dan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu gerakan kepanduan kurang memperoleh tanggapan dari bangsa dan masyarakat Indonesia. Kepanduan hanya terdapat pada lingkungan komunitas yang sedikit bayak sudah berpendidikan barat.
Kondisi lemah gerakan kepanduan Indonesia dimanfaatkan oleh pihak komunis sebagai alasan untuk memaksa gerakan kepanduan Indonesia menjadi Gerakan Pioner Muda seperti yang terdapat di Negara-negara Komunis. Keinginan pihak komunis berhasil ditentang oleh kekuatan Pancasila dalam tubuh PERKINDO. Dengan bantuan Perdana Mentri Djuanda, tercapailah perjuangan mempersatukan organsasi kepanduan ke dalam satu wadah Gerakan Pramuka melalui Keputusan Presiden RI Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka, pada tanggal 20 Mei 1961 yang ditandatangani oleh Ir.Djuanda selaku pejabat Presiden RI. Saat itu, Presiden Soekarno sedang berkunjung ke Negeri Jepang.

Masa 1961-1999
Gerakan Pramuka Indonesia memasuki keadaan baru dengan nama Gerakan Praja Muda Karana atau Gerakan Pramuka berdasarkan Keppres No.238 Tahun 1961. Semua organisasi kepanduan melebur ke dalam Gerakan Pramuka dan menetapkan Pancasila sebagai dasar Gerakan Pramuka.
Gerakan Pramuka adalah suatu perkumpulan yang berstatus non-governmental (bukan badan pemerintah) yang berbentuk kesatuan. Gerakan Pramuka diselenggarakan menurut jalan aturan demokrasi dengan pengurus (Kwartir nasional, kwartir daerah, kwartir cabang dan kwartir ranting) yang dipilih dalam musyawarah.
Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya badan diwilayah NKRI yang diperbolehkan menyelenggarakan kepramukaan bagi anak dan pemuda Indonesia; organisasi lain yang menyerupai, yang sama dan sifatnya dengan Gerakan Pramuka dilarang adanya. Gerakan Pramuka bertujuan mendidik anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan sebagaimana dirumuskan Baden owell yang pelaksanaannya diserasikan dengan kebutuhan, keadaan, dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia agar menjadi manusia yang baik dan anggota masyarakat yang berguna bagi pembangunan bangsa dan negara.
Dengan melakukan penyesuaian berdasarkan kebutuhan dan keadaan di masing-masing wilayah di Indonesia, ternyata Gerakan Pramuka mampu membawa perubahan dan dapat mengembangkan kegiatannya secara meluas.
Gerakan pramuka menjadi lebih kuat dan memperolehtanggapan luas dari masyarakat. Dalam waktu singkat organisasinya telah berkembang dari kota-kota hingga ke kampung dan desa-desa dan jumlah anggotanya meningkat dengan pesat. Kemajuan pesat  tersebut tak lepas dari sistem Majelis Pembimbing (Mabi) yang dijalankan oleh Gerakan Pramuka disetiap tingkat, dari tingkat gugus depan gingga tingkat nasional.
Mengingat bahwa 80% penduduk Indonesia tinggal  di desa dan 75% adalah keluarga petani, maka pada tahun 1961 Kwartir Nasional menganjurkan Pramuka menyelenggarakan kegiatan di bidang pembangunan masyarakat desa. Anjuran tersebut dilaksanakan terutama di Jawa Tengah, DIY, Jatim, dan Jabar. Kegiatan tersebut ternyata mampu menarik perhatian pemimpin-pemimpin masyarakat Indonesia. Pada tahun 1966, Menteri Pertanian dan Ketua Kwartir Nasional mengeluarkan Intruksi bersama tentang pembentukan Satuan Karya Pramuka (SAKA) Taruna Bumi. Saka Taruna Bumi dibentuk dan diselenggarakan khusus untuk memunginkan adanya kegiatan Pramuka di bidang pendidikan cinta pembangunan pertanian dan pembangunan masyarakat desa secara lebih nyata dan intensif.
Kegiatan Saka Taruna Bumi mmbawa pembaharuan bahkan mengobarkan semangat untu mengusahakan penemuan-penemuan baru (inovasi) pada pemuda desa yang selanjutnya mampu mempengaruhi seluruh masyarakat desa. Model Pembentukan Saka Taruna Bumi kemudian berkembang menjadi pembentukan Saka lainnya yaitu Saka Dirgantara, Saka Bahari, dan Saka Bhayangkara. Anggota saka tersebut terdiri dari para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang memiliki minat di bidangnya. Para Pramuka Penegak dan Pandega yang tergabung dalam Saka menjadi infrastruktur di bidangnya bagi adik-adik dan rekan-rekannya di gudep.
Perluasan kegiatan Gerakan Pramuka yang berkembang pesat hingga ke desa-desa, terutama kegiatan dibidang pembangunan pertanian dan masyarakat desa, dan Pembentukan Saka Taruna Bumi telah menarik perhatian badan internasional seperti FAO, UNICEF, UNESCO, ILO, dan Boys Scout World Bureau.

Masa 1999-Sekarang
Perkembangan politik negara dan pemerintah mengalami perubahan dengan adanya reformasi. Keadaan ini turut mempengaruhi perkembangan masyarakat secara menyeluruh. Untuk pertama kali pada Munas 2003 di Samarinda, pemilihan ketua kwartir nasional dilaksanakan dengan sistem pemilihan langsung oleh kwartir daerah.
Pada pelaksanaannya, Gerakan Pramuka keluar  dari World Asociation Girl Guide & Girl Scout (WAGGGGS).
Tahun 2006, dilakukan pencanangan revitalisasi Gerakan pramuka oleh Presiden RI selaku Kamabinas pada pembukaan Jambore Nasional di Jatinangor, Jawa Barat.
Dalam periode sejarah ini telah disyahkan Saka Wira Kartika dan Undang-undang Gerakan Pramuka Nomor 12 Tahun 2010.
Sejarah Gerakan Pramuka merupakan sumber pemikiran dan pembelajaran pengembangan organisasi agar terus digali untuk memberikan sumbangsih kepada Bangsa dan Negara.